Pemanfaatan Kotoran Kambing menjadi Pupuk Organik di Desa Tepian Budaya

Authors

  • Muhamad Iqbal Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, Indonesia
  • Afra Shafa Aisyah Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Nabila Yusria Waris Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Mawar Ramadani Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Ifa Faizah Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Hamdani Hamdani Program Studi Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Muhammad Wafdan Luthfir Rahman Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Nur Astrid Program Studi Pembangunan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Rina Bonite Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53622/intekmas.v3i2.420

Keywords:

Kotoran kambing, Pupuk organik, Kompos, Sosialisasi, Penyuluhan

Abstract

Desa Persiapan Tepian Budaya di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur memiliki potensi pertanian dan peternakan, namun pengelolaan limbah ternak, terutama kotoran kambing, belum optimal. Peternak setempat masih menggunakan kotoran kambing segar sebagai pupuk tanpa pengolahan, padahal kotoran yang belum terdekomposisi mengandung amonia tinggi sehingga dapat merusak tanaman. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk organik dari kotoran kambing pada tanggal 29 Juli 2025 di desa tersebut. Metode yang diterapkan meliputi survei lokasi, identifikasi masalah, sosialisasi persiapan bahan, penjelasan proses fermentasi kotoran kambing menggunakan mikroorganisme EM4, serta pelatihan pembuatan kompos secara langsung. Kegiatan ini melibatkan petani dan peternak desa yang memperoleh pengetahuan mengenai kandungan unsur hara kotoran kambing serta teknik pengolahannya menjadi pupuk berkualitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dan proses fermentasi menghasilkan kompos organik kaya nutrisi (N, P, K), sehingga berpotensi mengurangi penggunaan pupuk kimia. Kesimpulannya, penerapan proses fermentasi terhadap kotoran kambing terbukti menjadi solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kesejahteraan petani, mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Tepian Budaya.

Downloads

Published

2025-12-07

Citation Check

Most read articles by the same author(s)