Pemanfaatan Kotoran Kambing menjadi Pupuk Organik di Desa Tepian Budaya
DOI:
https://doi.org/10.53622/intekmas.v3i2.420Keywords:
Kotoran kambing, Pupuk organik, Kompos, Sosialisasi, PenyuluhanAbstract
Desa Persiapan Tepian Budaya di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur memiliki potensi pertanian dan peternakan, namun pengelolaan limbah ternak, terutama kotoran kambing, belum optimal. Peternak setempat masih menggunakan kotoran kambing segar sebagai pupuk tanpa pengolahan, padahal kotoran yang belum terdekomposisi mengandung amonia tinggi sehingga dapat merusak tanaman. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk organik dari kotoran kambing pada tanggal 29 Juli 2025 di desa tersebut. Metode yang diterapkan meliputi survei lokasi, identifikasi masalah, sosialisasi persiapan bahan, penjelasan proses fermentasi kotoran kambing menggunakan mikroorganisme EM4, serta pelatihan pembuatan kompos secara langsung. Kegiatan ini melibatkan petani dan peternak desa yang memperoleh pengetahuan mengenai kandungan unsur hara kotoran kambing serta teknik pengolahannya menjadi pupuk berkualitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dan proses fermentasi menghasilkan kompos organik kaya nutrisi (N, P, K), sehingga berpotensi mengurangi penggunaan pupuk kimia. Kesimpulannya, penerapan proses fermentasi terhadap kotoran kambing terbukti menjadi solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kesejahteraan petani, mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Tepian Budaya.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Muhamad, Afra, Nabila, Mawar, Ifa, Hamdani, Wafdan, Astrid, Rina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
